
Bagi seorang ibu, waktu pagi hari mungkin bisa dibilang sebagai “Jam sibuk”. Segala kegiatan mengurus keluarga akan bertumpuk pada jam ini, mulai dari membangunkan Si Kecil, menyiapkan segala keperluan sekolah, hingga mengantarnya pergi ke sekolah. Apabila Moms kurang hati-hati, bisa-bisa Si Kecil akan terlambat ke sekolah.
Pagi hari memang cukup merepotkan bagi seorang ibu, namun hal ini adalah tanggung jawab yang wajib dilakukan oleh seorang ibu. Tapi tenang Moms, jangan khawatir. Beberapa cara di bawah ini akan membantu Moms supaya Si Kecil nggak terlambat kesekolah.
Bangun Lebih Pagi
Kalau yang satu ini sih, memang sudah menjadi cara yang paling efektif supaya Si Kecil nggak telat. Memang sulit untuk bangun lebih pagi, namun setiap ibu pastinya bakalan berusaha untuk bangun lebih pagi. Nah, kalau Moms sudah bangun pagi, hal yang selanjutnya perlu dilakukan adalah mengatur waktu antara menyiapkan sarapan, bekal makan siang, dan membantu anak bersiap ke sekolah. Lakukan semuanya dengan teliti ya Moms! Supaya tidak ada kesalahan yang dapat membuang-buang waktu.
Siapkan Segala Kebutuhannya di Sekolah Saat Malam Hari
Daripada menggunakan waktu pagi hari untuk mempersiapkan hal-hal penting untuk dibawa ke sekolah, seperti merapikan buku-buku mata pelajaran besok. Sebaiknya lakukan hal ini di malam hari, tepat sebelum tidur. Dalam hal ini, jangan lupa untuk melibatkan Si Kecil ya Moms, karena dengan begitu bisa membuatnya lebih bertanggung jawab terhadap semua kebutuhannya di sekolah.
Buat Jadwal yang Disepakati Bersama Si Kecil
Jadwal yang dijalankan secara teratur dapat membuat lebih disiplin dalam melakukan rutinitas. Buatlah jadwal bersama dengan Si Kecil, beritahu pula tentang manfaat yang bisa didapatkan dengan mengikuti jadwal tersebut. Dengan begitu Si Kecil juga nggak akan malas-malasan ketika disuruh bangun pagi dan berangkat ke sekolah.
Taruh Segala Sesuatunya pada Tempatnya
Memastikan semua barang berada pada tempat yang semestinya memang terkadang sulit untuk dilakukan. Padahal hal ini terbilang sepele, namun tetap sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, disiplin perlu diterapkan sejak dini. Letakkan barang-barang mulai dari seragam, kaos kaki, dasi, sepatu, topi sekolah pada tempat yang semestinya. Ajarkan pula pada Si Kecil agar lebih disiplin saat pulang sekolah dengan menaruh barang-barang tersebut ke tempatnya. Karena kalau sudah kehilangan sesuatu dan lupa meletakkannya, biasanya akan membuang-buang waktu untuk mencari barang tersebut.
Nah itu dia 4 hal yang bikin Si Kecil nggak bakalan telat ke sekolah Moms, memang hal ini cukup berat untuk dilakukan, karena Moms bukan hanya mengurus Si Kecil saja ketika pagi hari, suami pun harus dibantu. Tapi Moms pasti bisa melakukan semuanya dengan baik. Semangat ya Moms! :D
Halo Moms, punya masalah dengan minat membaca Si Kecil? kegiatan membaca memang merupakan suatu kegiatan yang sangat penting, terutama untuk membantu mencerdaskan anak. Kegiatan membaca saat ini memang mulai jarang diminati oleh anak-anak, faktor teknologi dan perkembangan zaman adalah salah satu penyebab berkurangnya minat membaca. Saat ini anak-anak lebih memilih bermain dengan gadget/smartphonenya dibanding membaca.
Aktivitas membaca buku memiliki banyak sekali manfaat, Si Kecil bisa belajar mengenal kosa kata, belajar mengenai interaksi verbal dan membantu mengembangkan imajinasinya. Nah, oleh karena itu Moms perlu cara khusus untuk membuat Si Kecil jadi lebih menyukai kegiatan membaca buku. Yuk Moms, simak tips berikut ini:
1. Beri tahu tentang pentingnya membaca
Beri tahu Si Kecil bahwa membaca dapat menambah wawasan. Tapi jangan pernah memaksakan Si Kecil untuk membaca buku-buku tebal dengan bacaan berat. Saat berada di toko buku, biarkan dia sendiri yang memilih jenis buku yang menurutnya menarik untuk dibaca.
2. Beri hadiah berupa buku
Apabila Moms terbiasa memberikan hadiah untuk Si Kecil berupa mainan, cobalah untuk mengubah kebiasaan tersebut, gantilah hadiah berupa buku-buku bacaan yang bermanfaat. Cara ini terbilang cukup efektif untuk mengajari Si Kecil agar lebih mencintai buku. Si Kecil biasanya menyukai buku cerita bergambar yang menceritakan kisah-kisah kehidupan sosial, terutama yang kharakter utamanya adalah anak-anak, seperti cerita dongeng maupun cerita rakyat.
3. Memberikan contoh
Jika selama ini Moms lebih memilih membaca dari gadget, cobalah untuk beralih seperti membaca tabloid, novel, ensiklopedia bebas dan lain-lain. Perilaku anak biasanya mengikuti apa yang orangtuanya lakukan, jadi, gunakanlah waktu luang untuk membaca, dan pastikan Moms membacanya di depan Si Kecil., lama-kelamaan Si Kecil akan meniru aktivitas membaca yang Moms lakukan tersebut.
4. Beri hadiah untuk anak yang rajin membaca
Nah untuk memotivasinya lagi, Moms bisa gunakan trik lama seperti memberikan hadiah. Moms bisa menjanjikan kalau Si Kecil rajin membaca, maka Moms akan memasak makanan favoritnya. Atau jika Si Kecil semakin sering membaca, maka Moms akan mengajaknya pergi ke taman hiburan. Cara ini terbukti efektif untuk meningkatkan minat baca Si Kecil.
5. Berikan suasana membaca yang nyaman dan menarik
Ciptakan tempat yang nyaman untuk membaca. Moms bisa mendesign ruangan membaca yang menyenangkan dengan gambar-gambar tokoh animasi, atau menghias ruangan sedemikian rupa. Kemudian lakukan juga kegiatan belajar sambil bermain yang menyenangkan di ruangan tersebut, seperti melakukan games-games kecil. Ini akan mengantisipasi rasa bosan yang timbul akibat terlalu lama membaca. Pastinya, Si Kecil bakalan betah berlama-lama di ruangan membacanya deh.
Nah itu dia cara yang bisa Moms gunakan supaya Si Kecil jadi makin suka membaca. Selamat mencoba!^^

Halo Moms, apa kabar Si Kecil? Apakah ia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan bahagia? Semoga Buah hati Moms tetap dalam keadaan bahagia yaah ^^
Orang tua mana sih yang nggak kepingin punya anak yang sehat, cerdas dan bahagia? Melihatnya tersenyum dan aktif dalam melakukan berbagai hal sehari-hari tentu saja membuat Moms tersenyum bahagia. Yap, setiap orang tua pasti mengharapkan yang terbaik untuk tumbuh kembang putra putrinya.
Nah, tahukah Moms? sebetulnya ada lho tips sederhana untuk memastikan Si Kecil tumbuh cerdas dan bahagia. Yuk simak tips berikut ini:
Terapkan Disiplin
Latihlah Si Kecil supaya lebih disiplin dalam berbagai hal, walaupun anak-anak mungkin kerap bertindak nakal dan melanggar peraturan. Oleh karena itu, Moms harus lebih konsisten dalam menerapkan disiplin. Buatlah peraturan dan hukuman yang bersifat mutlak, misalnya, saat Si Kecil terlalu lama bermain game konsol sehingga melupakan waktu belajarnya. Moms dapat memberikannya hukuman seperti menyita game konsol tersebut.
Beri Si Kecil Tanggung Jawab
Meskipun anak-anak suka melalaikan tanggung jawabnya, namun hal ini harus terus dilakukan agar ia semakin terbiasa dengan tugas-tugas yang sudah semestinya ia lakukan. Berilah Si Kecil tugas sederhana di rumah, seperti menaruh remote tv pada tempatnya, merapihkan kamar, menyiram tanaman dan membereskan buku pelajaran sehari sebelumnya. Kegiatan seperti ini apabila dilakukan secara terus menerus akan membuat Si Kecil jadi terbiasa dengan tanggung jawabnya tersebut.
Ajari Si Kecil untuk Bersyukur
Bersyukur merupakan cara terbaik untuk mengajarkan Si Kecil tentang betapa beruntungnya kita diberi nikmat oleh yang maha kuasa, karena di luar sana masih banyak yang hidupnya lebih sulit. Mengajarkan bersyukur dapat membentuk pribadi anak yang jauh lebih kuat secara mental dan meningkatkan kemampuan emosionalnya.
Berikan pujian
Jika Si Kecil berhasil melakukan hal-hal positif seperti yang sudah dijabarkan di atas, jangan pernah ragu untuk memberinya pujian. Secara mental dan psikologis, anak-anak sangat senang dipuji oleh orang tuanya sendiri. Hal ini akan membuatnya lebih bertanggung jawab lagi kedepannya.
Nah itu dia tips sederhana agar Si Kecil tumbuh cerdas dan bahagia, apakah Moms sudah mencoba tips-tips di atas? Apabila belum, yuk terapkan hal ini mulai dari sekarang!
Selamat mencoba.

Menghadapi anak yang kurang percaya diri memang tidak mudah, diperlukan kasih sayang lebih hingga dukungan motivasi agar rasa percaya dirinya bangkit dan membuatnya berani tampil di depan banyak orang. Selain itu, diperlukan kesabaran ekstra bagi para orang tua untuk mendidiknya. Nah salah satu cara untuk membangkitkan rasa percaya diri pada Si Kecil, adalah dengan melakukan Theraplay!
Theraplay adalah suatu terapi untuk mengasah kreativitas Si Kecil dengan cara bermain. Perbedaan dengan terapi lain adalah theraplay dilakukan dengahn cara yang menyenangkan, yaitu terapi sambil bermain. Tujuannya adalah untuk membangun rasa percaya diri pada si Kecil sehingga ia tidak perlu takut atau malu-malu lagi untuk “unjuk gigi” didepan orang banyak.
Theraplay mulai diminati karena terapi yang menyenangkan ini bisa membantu anak membangun dan meningkatkan rasa percaya dirinya untuk berinteraksi di lingkungan sosial. Si Kecil yang kurang percaya diri biasanya akan sulit untuk berbaur di lingkungan sosial, bahkan dia lebih sering menyendiri dibanding bermain dengan teman-teman seusianya.
Berinteraksi di lingkungan sosial, Si Kecil tentunya tak bisa begitu saja membaur dengan lingkungan yang belum dia kenal sebelumnya. Terlebih bila selama ini Si Kecil lebih terbiasa bermain hanya dengan keluarganya saja. Minimnya interaksi sosial akan membuat Si Kecil tidak percaya diri dan kesulitan membaur. Sebagai orangtua, tentu Moms khawatir. Apalagi, jika keadaan seperti itu sudah berlangsung cukup lama.
Nah dengan theraplay ini, mungkin bisa membantu Moms dalam membangkitkan rasa percaya diri pada Si Kecil. Seperti apa sih contoh kegiatannya? Yuk simak ulasan berikut ini.
Bernyanyi Bersama
Salah satu aktivitas theraplay adalah bernyanyi bersama, ajaklah Si Kecil untuk karaokean di rumah, kemudian biarkan dia memilih lagu apa yang paling dia sukai. Ajak juga anggota keluarga lainnya untuk bernyanyi bersama-sama. Ingat, jangan pernah mengejek Si Kecil apabila suaranya kurang bagus, biarkan saja ia mengekspresikan kesenangannya melalui kegiatan tarik suara.
Menari Bersama
Contoh lainnya adalah menari bersama, aktivitas ini sangat menyenangkan apabila dilakukan bersama dengan Si Kecil lho Moms. Putarlah lagu favorit Si Kecil kemudian gerakan tubuh, Si Kecil pasti akan mengikuti apa yang Moms lakukan, apalagi jika musik yang diputar adalah lagu favoritnya yang. Pasti ia akan berlenggak-lenggok dengan sendirinya ^^
Sebetulnya masih ada kegiatan Theraplay lainnya seperti menggambar bersama, bersepeda bersama, atau sekedar main di taman. Intinya ajak Si Kecil melakukan kegiatan yang menyenangkan baginya, dengan begitu ia akan lebih pede lagi, terutama dalam menampilkan bakat dan kemampuannya di dalam lingkungan sosial.
Semoga Bermanfaat :D

Setiap orang tua pasti ingin buah hatinya menjadi anak yang berprestasi, betul tidak Moms? Maka dari itu orang tua harus lebih memperhatikan kemampuan berpikir serta tingkat kecerdasan anak. Namun, kesibukan sering kali membuat anak luput dari perhatian orang tua. Padahal, kunci keberhasilan anak dalam pendidikan di sekolahnya dapat dipengaruhi dari peran orang tua.
Sebetulnya ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan agar Si Kecil dapat lebih berprestasi di sekolahnya, yuk simak tips-tips berikut ini:
Membuat Anak Gemar Membaca
Aktivitas membaca merupakan salah satu faktor penunjang kecerdasan otak anak. Mengajari Si Kecil untuk gemar membaca memang tidak mudah. Mulai dari sejak dini, Moms harus menjelaskan manfaat dari membaca itu sendiri, memberikan tempat yang nyaman saat membaca dan membiarkannya membaca buku-buku yang ia sukai. Dengan demikian, saat Si Kecil sudah dewasa dan memasuki usia sekolah, ia akan terbiasa dengan aktivitas membaca buku tersebut.
Pintar Dalam Membagi Waktu
Pintar dalam membagi waktu di sini berarti teratur dalam menentukan jadwal. Percaya deh, Moms. Si Kecil kalau tidak diberi jadwal yang tepat, dia bakalan lebih banyak mainnya dibandingkan dengan belajarnya. Moms harus bisa membagi waktu antara jam bermain dan jam mengerjakan PR, dengan begitu sikap disiplin Si Kecil akan mulai terlatih sehingga membuatnya makin berprestasi di sekolahnya.
Cari Tahu dan Dukung Bakatnya
Setiap anak memiliki bakat dalam bidangnya masing-masing, nah bakat inilah yang mempengaruhi perkembangan prestasinya di sekolah. Pertama-tama cari tahu terlebih dahulu bakat apa yang dimiliki oleh Si Kecil dengan cara mengamati kegiatan apa yang paling sering ia lakukan. Setelah ketemu, tugas Moms berikutnya adalah dengan mendukungnya untuk mengembangkan bakat tersebut. Jangan pelit memberikan pujian ketika Si Kecil berhasil meraih prestasi melalui bakatnya tersebut.
Berpartisipasi dalam Kegiatan Sekolah
Sekolah biasanya mengadakan kegiatan-kegiatan bermanfaat lain di luar jam belajar. Seperti ekstra kulikuler dan beragam perlombaan. Rayulah Si Kecil agar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dengan begitu bukan hanya prestasi akademiknya saja yang bisa diraih, namun prestasi di bidang lain pun akan terasah secara bersamaan.
Yuk Moms, dukung terus si kecil untuk makin berprestasi di sekolahnya. Jangan lupa untuk melakukan tips-tips di atas yah!
Semoga berhasil ^^

Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang selalu ceria ketika bermain dengan teman-teman seusianya. Si Kecil yang terampil bergaul seperti ini tidak akan membuat para orang tua menjadi khawatir. Namun sebaliknya, Si Kecil yang penyendiri, pemurung dan sukar bersosialisasi justru membuat kebanyakan orang tua menjadi khawatir.
Apa yang bisa orang tua lakukan jika Si Kecil sulit untuk bergaul? Tentunya Moms perlu mengajarkan pada Si Kecil tentang pentingnya bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Jangan pernah biarkan dia menjadi seorang penyendiri dan kurang memiliki rasa percaya diri, karena ini dapat membahayakannya. Bisa jadi Si Kecil menjadi korban bullying bagi teman-teman seusianya. Nah berikut ini adalah cara yang bisa Moms lakukan agar Si Kecil makin terampil bergaul.
1. Buat Ia Makin Percaya Diri.
Si Kecil yang kurang percaya diri bisa jadi karena kurangnya dukungan dan motivasi dari orang-orang disekelilingnya. Oleh karena itu Moms perlu membuatnya jadi makin percaya diri. Caranya adalah dengan memberikannya support saat ia mulai berani untuk tampil di depan umum. Selain itu, berikan pujian-pujian kecil untuknya saat berani melakukan sesuatu.
2. Buat Cara Interaksi yang Menyenangkan
Cara Si Kecil berinteraksi dengan lingkungan sekitar sangat bergantung pada pengaruh pola asuh dan hubungan antara Si Kecil dengan orang tuanya. Jangan terlalu kaku dengan Si Kecil ya Moms! Karena selain berperan sebagai orang tua, Moms harus bisa berperan sebagai temannya juga. Anak yang sering bermain dengan orangtuanya biasanya akan terampil bergaul dengan teman-teman seusianya juga.
3. Bekali Si Kecil dengan Pengetahuan Mengenai Aturan-Aturan Sosial.
Dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, ada aturan-aturan tak tertulis yang sudah semestinya Moms ajarkan pada Si Kecil. Misalnya, tidak boleh merebut mainan teman, minta maaf apabila berbuat kesalahan, minta ijin apabila ingin memakai barang teman, dan sebagainya. Aturan-aturan akan membuat anak bersosialisasi dengan baik serta benar dan membuat Si Kecil disukai oleh teman-temannya.
4. Ajari Sopan Santun
Si Kecil harus diajarkan sopan santun sejak dini, hal ini mencegah adanya sikap “kurang ajar” pada orang yang lebih tua. Bayangkan saja, apabila dengan orang yang lebih tua ia berani bertindak tidak sopan, apalagi dengan teman-teman seusianya? Sopan santun juga penting untuk di diajarkan karena dapat membuat kemampuan bersosialisasinya jadi semakin baik.
Itu dia beberapa cara yang bisa Moms lakukan agar Si Kecil jadi pandai bergaul. Berikan terus perhatian yang lebih untuk Si Kecil ya Moms, niscaya Si Kecil bakalan tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa ^^

Matematika mungkin termasuk salah-satu mata pelajaran yang paling dibenci oleh Si Kecil, bahkan kebanyakan anak sudah menganggap kalau matematika adalah salah satu momok yang menakutkan di sekolah. Karena bukan hanya sulit untuk dikerjakan, matematika juga membutuhkan kekuatan logika dalam menjawab setiap pertanyaan serta membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjawabnya. Makanya, matematika lebih sering “dibenci” daripada “disukai”
Sebetulnya matematika itu penting dalam kehidupan sehari-hari, dan ini dapat berguna untuk kehidupan Si Kecil kelak. Nah, untuk itu Moms harus membantunya agar lebih menyukai matematika. Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk membantu Si Kecil belajar matematika:
1. Ajarkan Sejak Dini
Kenalkanlah Si Kecil dengan matematika sejak dini, misalkan, dengan meminta Si Kecil mengambil beberapa butir buah atau sayuran ketika Moms hendak memasak. Meskipun remeh, ini juga membantunya memahami matematika sejak dini. Ajaklah Si Kecil bermain teka-teki yang menggunakan logika berhitung, dengan begitu Si Kecil jadi makin terbiasa dengan matematika nantinya.
2. Sesuaikan dengan Usia
Dalam belajar matematika sebaiknya Moms sesuaikan juga dengan usia Si Kecil. Misalnya, Si Kecil masih berusia 5 tahun, cara mengajarnya tentu berbeda dengan anak yang sudah berusia 7 tahun. Anak-anak berusia 5 tahun kemampuan fokusnya masih sangat rendah sehingga menguasai matematika dasar pun amat sangat sulit untuk bisa dimengerti olehnya. Jadi, semakin besar usianya, semakin tinggi pula tingkat kesulitan dalam berhitungnya.
3. Ajarkan Dasar Matematika
Sebelum memasuki dunia matematika yang sesungguhnya, sebaiknya Moms ajarkan terlebih dahulu dasar dari matematika berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Ini menjadi modal awal bagi Si Kecil untuk bisa menguasai matematika. Apabila dasar matematika tersebut sudah dikuasai sepenuhnya, maka Si Kecil tidak akan lagi kebingungan dalam berhitung menggunakan logika.
4. Buatlah suasana belajar yang menyenangkan
Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bukan hanya menunjang Si Kecil dalam belajar matematika, namun keseluruhan pelajaran bisa dia kuasai bila ruangan tempatnya belajar memang nyaman dan menyenangkan. Tambahkan pernak-pernik menarik pada dinding ruangan, bila perlu setel musik-musik yang menenangkan. Dengan begitu Si Kecil jadi lebih betah berlama-lama dengan buku pelajarannya.
5. Sesuaikan dengan Gaya Belajarnya
Anak memiliki gaya belajarnya sendiri, misalnya anak-anak tipe matematis logis, ia lebih suka belajar dengan cara berkesperimen dan memecahkan masalah atau teka-teki. Sementara anak dengan kecerdasan spasial, maka metode gambar akan lebih membantunya dalam memahami topik yang sedang diberikan. Jadi, biarkan dia belajar dengan metode yang disukainya.
Selamat mencoba ya Moms, semoga Si Kecil nggak takut lagi dengan momok Matematika.
See you, Moms^^
