
Anak-anak biasanya mudah bosan dengan aktivitas yang monoton. Apalagi saat ini pandemi Covid-19 membuat Si Kecil tidak bisa bertemu dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Sudah pasti Moms yang harus putar otak agar buah hati tak mudah rewel karena bosan berkegiatan #DiRumahAja.
Jangan bingung dulu menghadapi buah hati yang mulai bosan #DiRumahAja ya, Moms. Sebaiknya Moms mencoba tujuh inspirasi permainan ini agar Si Kecil kembali antusias dan bersemangat selama berada di rumah:
Menyusun Puzzle
Keceriaan kakak dan adik saat bermain di rumah memang terdengar menyenangkan. Di sisi lain, Moms wajib lebih cermat menyiapkan sarana permainan yang menyenangkan supaya kids di rumah tak mudah penat atau jadi bertengkar. Salah satu jenis permainan yang cocok untuk Si Kecil adalah puzzle. Kegiatan menyusun puzzle akan membuat kakak dan adik jadi lebih kompak. Jika puzzle yang Moms siapkan berhasil diselesaikan, jangan ragu menyiapkan mainan puzzle baru yang jumlah kepingnya lebih banyak, ya.
Meniup Gelembung Sabun
Semua anak-anak pasti suka bermain gelembung sabun, apalagi jika gelembungnya besar-besar dan tak mudah pecah. Ternyata gelembung sabun tersebut bisa dibuat sendiri di rumah lho, Moms. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat gelembung sabun yaitu:
Ketiga bahan tersebut harus dicampur dalam wadah terbuka hingga merata kemudian didiamkan selama semalaman. Besoknya, Moms bisa memainkan gelembung sabun bersama Si Kecil. Ajaklah buah hati Moms bermain gelembung sabun di teras agar lebih leluasa bergerak dan barang-barang pun tak kotor karena terkena letupan gelembung.
Permainan Tradisional
Momen #DiRumahAja bersama Si Kecil bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan berbagai permainan tradisional. Banyak sekali permainan tradisional yang tak kalah mengasyikkan dengan game online, seperti congklak, bola bekel, gasing, atau kelereng. Selain mengasyikkan, permainan tradisional juga akan membuat buah hati Moms lebih sehat karena aktif bergerak. Moms bisa mengajak Si Kecil mencoba permainan tradisional ketika Si Kecil mulai bosan dengan game online favoritnya.
Bermain Role Play
Salah satu permainan sederhana yang disukai anak usia empat hingga tujuh tahun adalah role play. Jenis permainannya bermacam-macam, mulai dari dokter-dokteran, jual beli di pasar, hingga polisi-polisian. Sebelum bermain, jangan lupa menyiapkan properti pendukung seperti uang mainan, mainan perlengkapan medis, atau kostum bertema profesi. Biarkan Si Kecil memilih sendiri peran yang ingin dimainkan supaya kreativitasnya makin terasah.
Mencoba Permainan Mandi Bola
Jika Moms memiliki buah hati usia balita, permainan mandi bola bisa menjadi alternatif yang tepat. Isilah wadah besar berupa tenda atau kolam renang karet dengan bola-bola berwarna-warni. Si Kecil pasti senang melihat dan memainkan bola warna-warni yang ada di sekelilingnya. Tak hanya membuat buah hati Moms jadi gembira, permainan mandi bola juga efektif melatih perkembangan sistem motorik kasar Si Kecil. Karena Si Kecil pasti tergugah untuk memegang dan melempar bola-bola yang sedang dimainkannya.
Perosotan dari Kardus
Kardus bekas kemasan elektronik yang berukuran besar sebaiknya tak dibuang begitu saja. Moms dapat memanfaatkannya untuk membuat perosotan di tangga rumah. Caranya, guntinglah kardus besar tersebut lalu letakkan agar menutupi seluruh anak tangga. Moms harus merekatkan kardus dengan benar dan memastikan kalau posisinya aman sebelum dimainkan Si Kecil. Bermain perosotan kardus di dalam rumah bisa menjadi alternatif aktivitas fisik yang sangat seru bagi si kecil lho, Moms.
Berkreasi dengan Lilin Mainan
Lilin mainan yang berwarna-warni memang merupakan sarana permainan yang menarik untuk Si Kecil. Buah hati Moms pasti senang membuat aneka kreasi bentuk dari lilin mainan, terutama jika Moms menyiapkan cetakan yang menarik. Moms harus memastikan bahwa kandungan lilin mainan pilihan Moms benar-benar aman untuk digunakan Si Kecil. Jangan sampai buah hati Moms bermain dengan lilin mainan yang kandungannya berbahaya bagi kesehatan.
Setelah puas bermain, jangan lupa mengajak Si Kecil untuk membersihkan diri ya, Moms. Kebersihan tubuh penting untuk mendukung kesehatan buah hati Moms. Aktif bermain tanpa mengabaikan kebersihan tubuh akan membuat Si Kecil senantiasa sehat dan ceria.
Buah hati yang masih kecil tentu senantiasa bergantung pada orang tuanya, terutama Moms. Namun, pastinya Moms tidak ingin jika nanti Si Kecil masih terus bergantung pada orang lain ketika beranjak dewasa. Itulah sebabnya Moms harus berusaha melatih Si Kecil untuk mandiri sejak dini.
Melatih kemandirian anak ternyata tidak sulit lho, Moms. Beberapa cara ini dapat Moms lakukan agar buah hati mulai belajar mandiri:
Mengizinkan Si Kecil Beraktivitas Bersama Orang Lain
Anak-anak yang selalu beraktivitas bersama orang tua akan sulit berkembang menjadi pribadi mandiri. Sebab biasanya orang tua akan selalu berusaha membantu buah hatinya agar tidak menemui hambatan saat beraktivitas. Agar Si Kecil tak menjadi pribadi yang ketergantungan dengan orang tua, Moms harus mengizinkannya untuk beraktivitas bersama orang lain. Contohnya, bermain bersama teman sebaya tanpa didampingi orang tua atau menginap di rumah om dan tantenya. Dengan demikian, buah hati Moms akan belajar melakukan berbagai hal secara mandiri tanpa meminta bantuan orang tua.
Mengajak Anak Menyelesaikan Pekerjaan Rumah Tangga
Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga juga bisa menjadi cara mudah untuk melatih kemandirian anak. Moms bisa memulainya dengan hal-hal sederhana, misalnya mengharuskan Si Kecil untuk mengelap meja dan meletakkan piring kotor di tempat cuci piring setelah makan. Seiring dengan bertambahnya usia Si Kecil, Moms bisa menambah intensitas pekerjaan rumah tangga lainnya seperti menyapu, merapikan pakaian yang sedang dijemur, atau membersihkan kamar mandi. Kebiasaan sederhana ini akan membuat buah hati Moms terlatih untuk bertanggung jawab sejak masih kecil.
Membiarkan Anak untuk Mengambil Keputusan
Kemandirian anak juga bisa dipupuk dengan cara membiarkan anak mengambil keputusan. Moms dapat mengizinkan Si Kecil memilih baju yang akan digunakannya, memilih peralatan makan sebelum membeli, atau menentukan jenis makanan yang diinginkan. Proses pengambilan keputusan akan melatih buah hati Moms untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan mampu menghadapi konsekuensi dari pilihannya.
Mengajarkan Konsep Sederhana tentang Literasi Finansial
Sikap mandiri juga sangat berhubungan dengan kemampuan mengelola finansial. Hal ini membuat Moms harus kreatif mengajarkan konsep literasi finansial sejak dini kepada Si Kecil. Moms bisa memulainya dengan memberikan uang jajan untuk buah hati dan mengajarkan cara menabung. Selanjutnya, ajarkan Si Kecil untuk bertanggung jawab terhadap uang yang sudah dimilikinya. Izinkan Si Kecil membeli barang-barang yang diinginkan dengan cara mengumpulkan uang tabungan secara telaten. Selain itu, Moms juga harus mengingatkan kids agar senantiasa hidup hemat dan tidak menghambur-hamburkan uang tabungan secara sembarangan, ya. Pemahaman literasi finansial akan membuat buah hati Moms tumbuh menjadi pribadi yang mandiri sekaligus bertanggung jawab.
Melatih Anak untuk Membeli Sesuatu di Luar Rumah
Waktu masih kecil dulu, Moms pasti pernah disuruh orang tua untuk pergi ke warung sendirian dan membeli sesuatu, ya. Ternyata hal sederhana tersebut bisa menjadi cara ampuh untuk melatih kemandirian Si Kecil lho, Moms. Bila Si Kecil sudah memasuki usia sekolah, Moms bisa membiarkan Si Kecil membeli sesuatu sendirian di warung, toko, atau minimarket yang letaknya dekat dengan rumah. Ketika membeli sesuatu, buah hati Moms akan belajar berhitung, menjaga uang yang dibawanya, serta berinteraksi dengan orang lain. Sehingga Si Kecil akan berkembang menjadi lebih mandiri dan tidak mengalami kesulitan saat berinteraksi di luar rumah.
Masih banyak kok hal-hal sederhana yang dapat Moms lakukan untuk melatih kemandirian si kecil. Jangan sampai Si Kecil terlalu asyik bermanja-manja dengan Moms, ya. Pastikan bahwa tingkat kemandirian buah hati Moms juga berkembang seiring dengan pertambahan usianya.

Wabah Covid-19 di tanah air membuat sebagian orang harus beraktivitas #DiRumahAja, termasuk anak-anak. Aktivitas di sekolah terpaksa ditiadakan demi meminimalkan risiko penyebaran wabah pada anak-anak. Namun, beraktivitas di rumah bukan berarti membuat Si Kecil bebas dari tanggung jawabnya dalam belajar ya, Moms.
Sudah lebih dari 2 bulan kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke rumah. Peran Moms kini bertambah sebagai pendamping sekaligus guru ketika kids belajar di rumah. Nah, bagaimana agar kegiatan belajar di rumah ini efektif dan Moms bisa membagi waktu untuk melakukan aktivitas lainnya? Yuk, simak tips-tipsnya berikut ini!
Mengenal Waktu Produktif Si Kecil
Setiap anak pasti memiliki karakter yang berbeda-beda, termasuk untuk urusan gaya belajar. Ada anak-anak yang lebih produktif dan cepat menyerap ilmu baru di pagi hari. Namun, ada pula anak yang lebih mudah fokus bila belajar di sore hari. Moms bertugas mengenali waktu produktif si kecil supaya bisa menetapkan momen belajar yang tepat. Sebab waktu belajar yang tepat akan membuat buah hati Moms lebih mudah memahami pelajaran dan mempraktikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
Menyiapkan Suasana Belajar yang Nyaman
Aktivitas belajar Si Kecil akan berlangsung lancar bila ditunjang dengan suasana yang nyaman. Jadi, Moms harus memastikan bahwa Si Kecil sudah berada di ruangan yang mendukung proses belajarnya, yaitu ruangan yang bersih, tidak panas, dan bebas bising. Ruangan yang tenang bisa membuat kids lebih mudah berkonsentrasi saat belajar. Jika buah hati Moms mulai bosan belajar di dalam ruangan selama berhari-hari, Moms juga bisa menyiapkan alternatif berupa ruang belajar outdoor di teras. Belajar di luar ruangan sangat tepat untuk mendukung tema pelajaran tertentu, misalnya sains dan olahraga.
Mengajak Si Kecil untuk Belajar Kedisiplinan
Jangan panik dulu bila Moms harus mengawasi Si Kecil yang sedang belajar sekaligus melakukan aktivitas lainnya. Moms bisa memberikan tenggat waktu kepada Si Kecil untuk menyelesaikan pelajarannya sewaktu Moms melakukan aktivitas lain di rumah. Contohnya, Moms menetapkan waktu setengah jam agar Si Kecil menyelesaikan tugas sekolahnya. Setelah setengah jam, Moms harus memeriksa hasil belajar si kecil. Moms juga bisa memberikan sanksi ringan bila Si Kecil tidak dapat menuntaskan sesi belajarnya secara maksimal, misalnya mengurangi porsi camilan favoritnya. Gaya belajar ini akan membuat buah hati Moms lebih disiplin dalam menggunakan waktu meskipun proses belajarnya tidak langsung diawasi orang lain.
Menetapkan Jeda Waktu Belajar untuk Anak
Tahukah Moms kalau belajar terlalu lama bisa membuat Si Kecil jadi tak fokus dan mudah bosan?
Kids juga butuh waktu untuk beristirahat dalam kegiatan belajar lho, Moms. Jadi, sebaiknya Moms menetapkan jeda waktu belajar yang cukup untuk Si Kecil, ya. Misalnya, aktivitas belajar selama satu jam diselingi waktu makan dan tidur siang. Jeda waktu tersebut akan membuat anak punya kesempatan untuk beristirahat dan merekam hal-hal yang baru dipelajarinya. Manfaat belajar akan lebih maksimal dan tak akan membuat buah hati Moms jadi kapok.
Membuat Camilan Favorit Si Kecil
Buah hati Moms pasti lebih semangat belajar bila disuguhi camilan favoritnya. Tak ada salahnya kalau Moms meluangkan waktu membuat camilan untuk menemani aktivitas belajar Si Kecil. Camilan favorit juga bisa dijadikan reward bila Si Kecil sudah berhasil menyelesaikan aktivitas belajar sesuai dengan target yang sudah Moms berikan. Siapa sih yang tak tergiur menikmati camilan lezat setelah lelah belajar.
Mulai sekarang, Moms wajib mengajak buah hati untuk bersikap proaktif saat belajar, ya. Kesabaran Moms dalam membimbing Si Kecil akan mendukung tumbuh kembangnya menjadi pribadi yang cerdas dan berbudi luhur.

Pandemi Covid-19 memang sangat meresahkan ya, Moms. Pasti Moms khawatir kalau Si Kecil jadi gampang sakit pada masa pandemi karena imun tubuhnya menurun. Apalagi masa pandemi ini sangat membatasi aktivitas fisik buah hati Moms di luar rumah.
Sebenarnya menjaga imun tubuh si kecil tidaklah sulit. Moms hanya perlu melakukan beberapa cara ini agar buah hati tetap sehat dan aktif selama pandemi berlangsung:
Menyiapkan Makanan yang Kandungan Nutrisinya Seimbang
Makanan bergizi adalah salah satu kunci utama dalam menjaga imun tubun anak. Oleh sebab itu, Moms harus selalu menyajikan makanan yang kandungan nutrisinya seimbang untuk Si Kecil, ya. Setiap sajian makanan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang sesuai dengan kebutuhan buah hati. Moms bisa mengombinasikan aneka bahan makanan dengan menu favorit Si Kecil supaya makannya lebih lahap. Asupan makanan bergizi yang disantap setiap hari akan membuat kids tak mudah sakit.
Memastikan Bahwa Si Kecil Punya Waktu Tidur yang Cukup
Selain makanan bergizi, waktu tidur yang cukup juga penting untuk menjaga imun tubuh. Ketika anak tidur, sel-sel pada tubuhnya mengalami proses regenerasi sekaligus tumbuh kembang. Kebutuhan waktu tidur anak (tidur siang dan tidur malam) berdasarkan rentang usianya adalah sebagai berikut:
Jika tak ingin imun tubuh dan tumbuh kembang Si Kecil terganggu, Moms harus membantu buah hati untuk memiliki waktu tidur yang cukup. Jangan sampai Si Kecil terlalu asyik bermain sampai waktu tidurnya berkurang, ya, Moms.
Mengajak Anak untuk Tetap Aktif Berolahraga
Menjaga imun tubuh Si Kecil juga bisa dilakukan dengan mengajaknya berolahraga secara teratur. Tak hanya melakukan olahraga ringan di rumah, Moms juga dapat mengajak si kecil berolahraga di sekitar rumah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jangan lupa menghindari kerumunan dan tetap menjaga kebersihan diri sendiri supaya Moms dan Si Kecil terhindar dari paparan Covid-19 dan penyakit lainnya sewaktu berolahraga di luar rumah.
Mengajarkan Si Kecil untuk Menjaga Kebersihan Diri Sendiri
Teladan yang Moms tunjukkan sangat penting untuk membentuk kedisiplinan dalam diri Si Kecil, termasuk untuk urusan menjaga kebersihan diri sendiri. Sekarang, Moms bisa mengandalkan produk-produk DOREMI untuk membantu menjaga kebersihan tubuh buah hati. Produk DOREMI telah lolos uji dermatologi dan diformulasikan khusus untuk mendukung kesehatan anak-anak. Aktivitas mandi, mencuci rambut, dan mencuci tangan Si Kecil pasti lebih menyenangkan bila Moms menggunakan aneka produk DOREMI. Oh iya, Moms juga bisa mengajarkan Si Kecil untuk membersihkan tubuh sendiri supaya makin mandiri selama beraktivitas #DiRumahAja.
Membantu Anak Mengelola Stres Secara Tepat
Tak banyak orang tua yang menyadari bahwa perubahan rutinitas anak di masa pandemi juga bisa membuat Si Kecil stres. Hal ini bisa terjadi bila Si Kecil tidak bertemu dengan teman-temannya dan jarang melakukan aktivitas di luar rumah. Kondisi stres tersebut bisa membuat imun tubuh anak menurun sehingga jadi lebih mudah terserang penyakit.
Demi menghindari hal tersebut, sebaiknya Moms mulai berupaya membantu Si Kecil mengelola stres secara tepat. Ajaklah Si Kecil melakukan kegiatan menyenangkan, misalnya bermain puzzle, memasak bersama, merawat hewan peliharaan, atau mencoba berbagai permainan seru lainnya. Jika Si Kecil selalu ceria saat beraktivitas, niscaya kondisi imun tubuhnya senantiasa baik dan tak gampang sakit.
Nah, sekarang Moms sudah tahu kan cara-cara mudah meningkatkan imun tubuh Si Kecil di masa pandemi. Yuk, coba sendiri ulasan ini agar si kesayangan selalu sehat, ceria, dan tumbuh kembangnya berlangsung maksimal.

Tanggal 1 Februari 2020 lalu, puluhan siswa-siswi sekolah di Surabaya memenuhi Grand City Mall Surabaya untuk mengikuti Grand Final Coloring Competition yang diadakan oleh DOREMI. Kegiatan ini merupakan puncak acara dari Coloring Competition yang sebelumnya telah dilakukan oleh DOREMI di 20 sekolah di Surabaya. Grand Final Coloring Competition sudah diadakan di dua kota yaitu Surabaya dan Bandung. Grand Final di Bandung diselenggarakan di Braga City Bandung pada tanggal 7 Maret 2020. Setiap sekolah di Bandung dan Surabaya mengirimkan masing-masing 3 siswa terbaiknya untuk mengikuti kompetisi ini.
Baik Grand City Mall Surabaya maupun Braga City Bandung dipenuhi oleh anak-anak yang sudah siap dengan meja dan peralatan gambarnya masing-masing untuk mengikuti grand final lomba mewarnai ini. Terlihat semangat dan antusias mereka dalam memulaskan setiap warna di lembaran kertas mewarnai yang telah disediakan oleh panitia. Masing-masing anak menggunakan teknik mewarnai terbaiknya, ada yang menggunakan teknik gradasi, alat-alat bantu mewarnai yang unik, dan lain sebagainya. Waktu yang disediakan untuk mewarnai dalam kompetisi ini adalah 90 menit. Setelah waktu selesai, semua anak diwajibkan untuk mengumpulkan hasil mewarnai mereka.
Acara ini juga dihadiri oleh Princess Pretty Daisy dan Prince Smiley Bobby, dua tokoh favorit dari lima varian DOREMI yang selalu siap menemani Teman Hebat DOREMI menjelajah hal baru. Princess Daisy dan Prince Bobby menyapa para peserta dengan semangat, serta menjelaskan tentang berbagai keunggulan produk DOREMI. Selain itu, mereka juga menunjukkan kekuatan rahasia mereka. Selain itu, para Moms juga bisa berbelanja berbagai produk DOREMI pada booth yang tersedia selama acara berlangsung.
Di akhir acara, para juri mengumumkan pemenang dari Coloring Competition with DOREMI. Pemenang juara 1, 2, dan 3 masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp1.250.000, Rp1.000.000, serta Rp Rp750.000. Sementara juara harapan 1, 2, dan 3 mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp500.000 untuk juara harapan 1, Rp300.000 untuk juara harapan 2, dan Rp200.000 untuk juara harapan 3. Masing-masing pemenang juga mendapatkan goodie bag produk dari DOREMI.

Halo Moms! Apa kabar nih? semoga Moms dan Si Kecil selalu sehat yah!
Dalam artikel kali ini, DOREMI kids care akan menjawab pertanyaan Moms seputar cara memotong kuku Si Kecil yang baik dan benar. Nah, simak tipsnya berikut ini yuk!
Seperti yang sudah kita ketahui, tangan adalah organ tubuh yang paling rawan terkena bakteri dan kuman penyebab penyakit, terutama jika Si Kecil masih dalam masa pertumbuhan. Karena Si Kecil yang dalam masa pertumbuhan sangat tertarik dengan hal-hal baru yang ditemuinya, tentunya ia pasti sangat suka menyentuh dan memegang benda apa saja yang menarik perhatiannya.
Mencuci tangan dengan sabun memang dapat menghilangkan bakteri dan kuman yang menempel pada telapak tangannya. Namun bagaimana dengan bagian kukunya? Kuku yang panjang dan tidak terawat adalah tempat berkumpulnya kuman dan bakteri yang paling berbahaya.
Bukan hanya itu, sebagian anak-anak juga memiliki kebiasaan buruk seperti menggigiti kukunya. Aduh, kuman dan kotoran penyebab penyakit dengan mudahnya masuk ke dalam tubuhnya. Lebih parahnya lagi, kuku yang panjang juga dapat melukainya saat bermain. So? Moms harus rutin untuk memotong kukunya agar dia tidak terluka dan terkena penyakit, minimal memotong kuku seminggu sekali.
Nah, berikut ini adalah langkah-langkah memotong kuku:
Bukan hanya kuku tangan saja, namun kuku pada kaki Si Kecil juga perlu diperhatikan juga lho. Nah, dibawah ini adalah cara untuk memotong kuku kaki Si Kecil:
Itu dia cara memotong kuku yang baik dan benar, pastikan untuk selalu memotong kuku Si Kecil ya Moms! Agar ia selalu sehat dan jauh dari kuman penyebab penyakit.
Semoga bermanfaat.

Kemajuan teknologi telah menghasilkan berbagai jenis perangkat game yang disukai Si Kecil, mulai dari game konsol, game konsol portabel, game tab dan ada juga game online. Game pun sesungguhnya memiliki dampak positif, yaitu melatih koordinasi antara tangan dan mata serta meningkatkan keterampilan computing anak. Namun, bagaimana jika Si Kecil kecanduan bermain game?
Segala hal yang dilakukan secara berlebihan tentu saja tidak baik untuk fisik maupun mental, termasuk bermain game. Si Kecil yang sudah kecanduan bermain game memiliki dampak negatif seperti mengabaikan makan, menarik diri dari pergaulan hingga lupa mengerjakan PR dan tugas di rumah.
Agak sulit untuk menyembuhkan anak yang sudah terlanjur kecanduan bermain game, mungkin Moms akan mendapatkan penolakan dari Si Kecil. Namun hal ini penting untuk dilakukan, nah berikut ini adalah cara mengatasi kecanduannya terhadap game.
1. Alihkan perhatiannya
Luangkan lebih banyak waktu untuk Si Kecil, misalnya dengan mengajak mereka bermain di taman. Semakin sering Moms mengajak Si Kecil melakukan berbagai aktivitas dan bersosialisasi di luar rumah, semakin ia mengetahui bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan selain bermain game.
2. Tetapkan jadwal bermain
Mengatasi kecanduan game pada Si Kecil bisa juga dengan cara membatasi jam bermain mereka. Tentukan waktu bermain game yang diperbolehkan setiap harinya. Apabila ia melanggar, katakan padanya bahwa Moms akan mengurangi waktu bermain game di hari berikutnya.
Mungkin Moms akan menghadapi penolakan, tangisan atau yang paling parah, Si Kecil bisa mengamuk ketika Moms menerapkan peraturan baru ini. Namun Moms harus tegas dan mendidiknya agar lebih disiplin
3. Kunci dan amankan game dari jangkauan Si Kecil
Cara terakhir ini terbilang sebagai cara yang paling “keras” Artinya jika cara pertama dan cara kedua tak kunjung membuahkan hasil dan Si Kecil terus menunjukkan pemberontakannya. Sudah saatnya Moms mengambil langkah ini.
Amankan atau sembunyikan perangkat game dari jangkauan Si Kecil hingga batas waktu yang tepat. Misalnya, satu minggu hingga dua minggu. Atau Moms bisa juga menyimpan alat konsol game tersebut selama hari-hari sekolah dan mengeluarkannya kembali hanya pada saat liburan.
Menyembuhkan Si Kecil dari kecanduan game mungkin akan menyita banyak waktu dan perhatian. Namun dengan keyakinan dan kasih sayang dari Moms, pasti upaya ini akan berhasil!
Selamat mencoba Moms, semoga berhasil ^.^
