
Setiap orang tua tentu ingin melihat Si Kecil tumbuh menjadi anak yang aktif, cerdas, dan mudah menyerap pelajaran baru. Namun, kemampuan belajar anak tidak hanya bergantung pada sekolah atau les tambahan. Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu perkembangan otak anak, terutama dalam mengingat informasi dengan lebih baik.
Moms mungkin pernah merasa heran saat Si Kecil cepat lupa dengan instruksi sederhana, lupa meletakkan barang, atau sulit mengingat pelajaran yang baru dipelajari. Hal ini sebenarnya cukup wajar karena kemampuan otak anak masih berkembang. Yang terpenting, orang tua bisa memberikan stimulasi yang tepat melalui kegiatan yang menyenangkan dan dilakukan secara konsisten.
Kebiasaan sehari-hari yang dilakukan bersama orang tua dapat membantu anak mengenali pola, mengingat urutan, serta memahami informasi baru dengan lebih mudah. Saat Moms menciptakan suasana belajar yang santai, Si Kecil akan lebih antusias mencoba hal baru.

Banyak orang tua berpikir bahwa melatih otak anak harus dilakukan melalui kegiatan akademis. Padahal, aktivitas sederhana justru bisa menjadi latihan terbaik untuk perkembangan memori. Anak-anak belajar lebih cepat saat mereka terlibat langsung dalam pengalaman sehari-hari.
Salah satu cara meningkatkan daya ingat anak adalah mengajak Si Kecil bermain tebak gambar menggunakan kartu bergambar atau benda di sekitar rumah. Minta anak mengingat beberapa gambar, lalu tanyakan kembali apa yang mereka lihat sebelumnya. Aktivitas ini membantu melatih kemampuan mengingat visual.
Selain itu, permainan puzzle juga sangat bermanfaat karena membantu anak mengingat pola, warna, dan posisi. Membacakan cerita sebelum tidur pun bisa menjadi cara efektif untuk melatih memori. Setelah cerita selesai, Moms bisa mengajak Si Kecil mengingat kembali tokoh atau bagian cerita yang paling mereka sukai.
Tidak hanya itu, aktivitas seperti bernyanyi bersama juga punya manfaat besar untuk perkembangan otak. Lagu dengan lirik sederhana dapat membantu anak mengingat kata dan urutan kalimat dengan lebih mudah.
Untuk membuat suasana semakin menyenangkan, Moms juga bisa mengajak anak bermain peran seperti dokter, guru, atau kasir. Dalam permainan ini, anak belajar mengingat dialog dan peran yang dimainkan. Saat anak bermain, penting untuk tidak terlalu sering mengoreksi atau memberi tekanan agar mereka lebih percaya diri saat mencoba.

Selain permainan, kebiasaan sederhana sehari-hari juga punya pengaruh besar terhadap kemampuan mengingat anak. Anak yang memiliki rutinitas cenderung lebih mudah memahami pola dan menyimpan informasi.
Salah satu kebiasaan penting adalah tidur cukup. Anak-anak membutuhkan waktu istirahat yang baik agar otak dapat memproses informasi yang diterima sepanjang hari. Moms juga bisa mengajak Si Kecil melakukan kegiatan rutin seperti membereskan mainan setelah bermain atau membantu pekerjaan ringan di rumah.
Pola komunikasi juga berpengaruh terhadap perkembangan memori. Saat Moms berbicara dengan anak, cobalah mengajukan pertanyaan sederhana seperti, “Hari ini main apa?” atau “Tadi makan siang apa?” Pertanyaan ringan ini membantu anak mengingat kembali kejadian yang sudah dialami.
Saat mandi, Moms bisa menggunakan Doremi | BoBoiBoy Hair & Body Wash Cyclone agar Si Kecil merasa bersih dan nyaman setelah beraktivitas. Produk ini membantu membersihkan tubuh sekaligus rambut anak dengan sensasi menyegarkan yang disukai Si Kecil. Dengan aroma yang lembut dan busa yang nyaman di kulit, waktu mandi pun terasa lebih menyenangkan.
Setelah mandi, lanjutkan dengan memakai Doremi | BoBoiBoy Glacier Kids Cologne agar Si Kecil tetap wangi dan percaya diri sepanjang hari. Wanginya terasa segar dan cocok digunakan untuk aktivitas anak sehari-hari, baik saat bermain di rumah maupun bepergian bersama keluarga. Rutinitas sederhana seperti ini juga dapat membentuk kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, sekaligus membuat anak merasa lebih nyaman menjalani aktivitas harian.
Yuk Moms, luangkan waktu untuk bermain, bercerita, dan menemani anak menjalani rutinitas harian. Karena momen sederhana di rumah sering kali menjadi langkah awal bagi tumbuhnya anak hebat yang aktif, ceria, dan memiliki daya ingat kuat!
1. Apakah daya ingat anak bisa dilatih sejak dini?
Bisa, Moms. Daya ingat anak dapat dilatih melalui aktivitas sederhana seperti bermain puzzle, membaca cerita, dan permainan menghafal gambar.
2. Kenapa anak sering lupa meski baru diberi tahu?
Hal ini wajar karena perkembangan otak anak masih berlangsung. Anak membutuhkan pengulangan dan rutinitas agar informasi lebih mudah tersimpan dalam ingatan.
3. Apakah gadget memengaruhi fokus anak?
Penggunaan gadget berlebihan dapat membuat anak lebih sulit fokus dan mudah terdistraksi. Karena itu, penting untuk menyeimbangkannya dengan aktivitas bermain aktif dan interaksi langsung.
4. Berapa lama waktu bermain yang ideal untuk melatih otak anak?
Tidak perlu terlalu lama, Moms. Aktivitas 15–30 menit yang dilakukan rutin setiap hari sudah cukup membantu stimulasi memori dan fokus anak.
5. Apakah kualitas tidur berpengaruh pada daya ingat anak?
Ya. Tidur cukup membantu otak anak memproses dan menyimpan informasi yang dipelajari sepanjang hari sehingga mereka lebih mudah fokus dan mengingat sesuatu.
Pagi hari adalah momen seru untuk memulai aktivitas, tetapi si kecil malah sulit untuk bangun, di sini membangun konsistensi peran orang tua sangat diperlukan.

Menjadi orang tua bagi Si Kecil yang sedang aktif, menjadi petualangan yang seru setiap hari kan? Biar kulit anak tetap sehat, gunakan body wash dari Doremi.

Setiap anak punya caranya sendiri untuk menunjukkan keunikan dan anak kreatif punya ciri-ciri tertentu yang bisa terlihat sejak dini lho. Apa aja itu?

Di masa holiday ini, perubahan ritme bisa terasa kuat karena banyak aktivitas keluarga, jalan-jalan, dan suasana liburan. Lalu gimana cara jaga rutinitasnya ya?

Melatih keberanian bilang "tidak" itu adalah salah satu pondasi utama dalam parenting anak. Proses ini memang bukan hal mudah dan butuh kesabaran yang ekstra.

Setiap anak punya pola tumbuh kembang yang unik. Yang terpenting bukan soal siapa yang paling cepat naik beratnya, tapi apakah Si Kecil tumbuh sehat, aktif.
