Pagi hari seharusnya jadi momen paling segar untuk memulai aktivitas, tapi buat sebagian Moms, justru jadi “drama” kecil setiap hari. Si Kecil susah dibangunin, meringkuk lagi di selimut, atau malah cranky begitu matanya terbuka. Kalau Moms sering mengalami hal ini, bisa jadi itu tanda anak sulit bangun bukan sekadar karena malas, tapi ada pola yang perlu diperbaiki. Salah satu penyebab paling umum adalah pola tidur anak yang belum teratur. Banyak anak tidur terlalu larut karena masih bermain atau menonton gadget, sehingga waktu istirahatnya jadi berkurang. Ketika jam tidur berubah-ubah setiap hari, tubuh Si Kecil jadi bingung menentukan kapan harus merasa segar dan kapan harus beristirahat. Akibatnya, pagi hari terasa berat dan anak sulit bangun pun akan jadi kebiasaan.
Selain itu, screen time yang berlebihan juga punya pengaruh besar. Paparan cahaya dari layar gadget bisa menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Kalau Si Kecil masih asyik dengan tablet atau TV menjelang tidur, maka pola tidur anak akan terganggu. Tanpa disadari, kebiasaan ini yang bikin kualitas tidur jadi kurang maksimal, sehingga bangun pagi terasa lebih sulit. Hal lain yang sering terlewat adalah kurangnya rutinitas anak di malam hari. Banyak keluarga yang belum punya jadwal tetap sebelum tidur. Padahal, kebiasaan sederhana seperti membaca buku, mandi air hangat, atau sekadar ngobrol santai bisa membantu tubuh dan pikiran anak lebih rileks. Tanpa rutinitas anak yang konsisten, Si Kecil jadi sulit mengenali tanda bahwa waktunya sudah mendekati tidur.
Moms juga perlu memperhatikan lingkungan tidur. Kamar yang terlalu terang, berisik, atau nggak nyaman bisa membuat anak sering terbangun di malam hari. Tidur yang terputus-putus tentu berpengaruh pada energi di pagi hari. Jadi wajar kalau akhirnya anak sulit bangun karena tubuhnya belum benar-benar pulih. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Kunci utamanya adalah membangun kebiasaan yang konsisten. Mulailah dengan memperbaiki pola tidur anak secara bertahap. Tentukan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Mungkin di awal akan terasa sulit, tapi dengan konsistensi, tubuh Si Kecil akan menyesuaikan. Kurangi penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur. Moms bisa menggantinya dengan aktivitas yang lebih tenang, seperti membaca cerita atau mendengarkan musik lembut. Dengan begitu, pola tidur anak bisa kembali seimbang dan kualitas tidurnya meningkat.

Jangan lupa untuk menciptakan rutinitas anak yang menyenangkan di malam hari. Misalnya, setelah makan malam, Si Kecil bisa mandi, lalu lanjut memakai piyama favorit, dan ditutup dengan cerita sebelum tidur. Rutinitas seperti ini bukan hanya membantu anak lebih cepat tidur, tapi juga mempererat bonding dengan Moms. Ketika rutinitas anak dilakukan secara konsisten, tubuhnya akan otomatis merasa mengantuk di waktu yang sama setiap malam.
Awali Hari Lebih Fresh dengan Doremi Pretty Daisy
Supaya pagi hari terasa lebih menyenangkan, Moms juga bisa menciptakan suasana yang ceria sejak awal. Bangunkan Si Kecil dengan lembut, bukan dengan terburu-buru. Sentuhan kecil seperti usapan di punggung, bisikan hangat, atau memanggil namanya dengan nada penuh kasih bisa membuat proses bangun jadi lebih nyaman. Setelah itu, ajak Si Kecil melakukan aktivitas ringan seperti stretching kecil, duduk sejenak di tempat tidur, atau membuka jendela untuk merasakan udara segar. Cahaya alami di pagi hari bisa membantu tubuh lebih cepat “sadar” dan siap beraktivitas. Cara sederhana ini efektif membantu mengurangi momen anak sulit bangun yang sering bikin Moms kewalahan.

Salah satu trik yang bisa Moms coba adalah menjadikan mandi pagi sebagai momen yang dinantikan. Air yang menyegarkan bukan hanya membantu membersihkan tubuh, tapi juga memberi efek relaksasi sekaligus energi baru. Supaya pengalaman ini semakin menyenangkan, Moms bisa menggunakan Doremi Hair & Body Wash Pretty Daisy. Dengan aroma floral yang lembut dan segar, mandi jadi terasa seperti momen self-care kecil untuk Si Kecil. Wanginya yang menenangkan bisa membantu memperbaiki mood sejak pagi, membuat anak lebih ceria dan siap menjalani hari. Ketika mandi berubah jadi aktivitas yang menyenangkan, perlahan Si Kecil akan mulai menantikannya. Dari sini, kebiasaan bangun pagi juga akan ikut terbentuk secara alami. Anak nggak lagi merasa dipaksa untuk bangun, tapi justru punya alasan untuk segera memulai hari. Hal-hal kecil seperti ini seringkali punya dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Yang perlu diingat, Moms nggak harus melihat hasil yang instan. Proses membentuk pola tidur anak yang sehat dan kebiasaan baru memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Akan ada hari di mana Si Kecil masih sulit bangun, dan itu sangat wajar. Yang terpenting adalah tetap konsisten dengan rutinitas anak yang sudah dibangun, serta memberikan pendekatan yang penuh kasih tanpa tekanan.
Dengan kombinasi rutinitas anak yang teratur, suasana tidur yang nyaman, dan pagi yang menyenangkan, perlahan-lahan Si Kecil akan terbiasa bangun dengan lebih mudah. Pagi hari pun nggak lagi identik dengan tangisan atau rasa malas, tapi berubah menjadi momen hangat yang penuh kedekatan antara Moms dan Si Kecil. Ditambah dengan sentuhan sederhana seperti mandi menggunakan Doremi Hair & Body Wash Pretty Daisy, rutinitas pagi bisa terasa lebih spesial, lebih ceria, dan tentunya lebih dinanti setiap harinya.









