
Anak-anak biasanya punya bonding yang lebih kuat dengan ibu daripada ayah karena mayoritas ibu berperan dominan dalam merawat buah hati. Padahal, bonding dengan ayah juga sangat penting lho, Moms. Anak laki-laki harus belajar banyak hal dari sang ayah, sedangkan anak perempuan juga butuh kasih sayang dari sosok ayah. Keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak akan membuat Si Kecil tumbuh menjadi lebih baik secara psikologis, sosial, maupun akademis. Jadi, Moms harus memastikan bahwa Si Kecil juga memiliki bonding erat dengan ayah, ya.
Ternyata meningkatkan bonding ayah dan anak tidak sesulit yang Moms bayangkan. Beberapa cara ini dapat dilakukan agar Si Kecil makin lengket dan sayang dengan ayah:
Mengambil Shift Malam untuk Menjaga Anak
Anak-anak usia balita biasanya memang masih terbangun di malam hari karena rewel atau lapar. Momen tersebut dapat dimanfaatkan ayah untuk meningkatkan bonding dengan Si Kecil. Alangkah lebih baik bila ayah mengambil shift malam untuk menjaga anak, terutama jika ayah tidak sibuk beraktivitas keesokan harinya. Sehingga Moms bisa menikmati quality time dengan buah hati pada pagi hingga sore hari, sedangkan ayah punya quality time bersama buah hati saat malam hari.
Meningkatkan Intensitas Skinship
Skinship adalah sentuhan yang dapat memperkuat bonding antar dua orang. Ayah sebaiknya intens melakukan skinship dengan Si Kecil pada momen yang tepat. Misalnya, bila Si Kecil menangis karena takut atau sakit, sebaiknya ayah menggendong Si Kecil sambil menenangkannya. Biarkan Si Kecil bersentuhan skin to skin sambil merasakan napas dan irama jantung ayah. Di samping itu, skinship juga dapat dilakukan dengan memijat Si Kecil menjelang tidur. Cara sederhana ini akan membuat ayah memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan buah hati.
Melibatkan Si Kecil saat Beraktivitas
Bonding yang kuat antara ayah dan anak juga dapat dibangun melalui aktivitas sehari-hari. Ayah harus berinisiatif melibatkan Si Kecil saat beraktivitas, misalnya mengajak buah hati mencuci mobil, membereskan rumah, atau berkebun bersama. Semakin sering Si Kecil beraktivitas bersama ayah, maka bonding yang terjalin pun akan semakin kuat. Si Kecil tak akan tumbuh menjadi anak yang hanya dekat dengan Moms, melainkan juga punya kedekatan yang sama dengan ayah.
Menyempatkan Waktu untuk Bertemu Si Kecil
Sesibuk apapun aktivitas ayah, jangan sampai tidak punya waktu bertemu dengan Si Kecil setiap hari. Contohnya, ayah bisa menyiapkan sedikit waktu untuk bermain atau membacakan dongeng sebelum Si Kecil tidur. Ayah juga dapat memanfaatkan waktu di pagi hari sebelum berangkat kerja untuk mengobrol dengan buah hati. Pada masa tumbuh kembangnya, buah hati pasti ingin menanyakan sesuatu atau menceritakan pengalamannya setelah beraktivitas seharian. Komunikasi singkat yang dilakukan setiap hari membuat anak yakin bahwa ayah sangat sayang dan perhatian kepadanya.
Menyisihkan Waktu untuk Jalan-Jalan Berdua
Jalan-jalan berdua dengan Si Kecil juga sangat efektif meningkatkan bonding. Ayah tidah harus mengajak Si Kecil pergi ke tempat yang jauh kok. Pergi berdua bersama ayah ke minimarket, tempat makan, atau toko buku sudah cukup untuk membuat buah hati bahagia. Bonusnya, Moms jadi punya me time sejenak untuk rileks setelah seharian beraktivitas bersama Si Kecil.
Kesimpulannya, banyak cara yang dapat dilakukan ayah untuk membangun bonding yang kuat dengan Si Kecil. Bonding yang berkualitas dengan orang tua membuat buah hati tumbuh menjadi sosok yang berbudi luhur, dewasa, dan tidak menganggap orang tua sebagai sosok asing dalam kehidupannya. Jadi best friend bagi anak bukanlah hal mustahil lho, Moms.
Rasanya bingung ya Moms kalau Si Kecil sedang mogok makan karena kurang berselera. Padahal, asupan makanan bergizi penting untuk tumbuh kembang Si Kecil. Kalau sudah demikian, Moms harus pandai-pandai menyiasatinya. Salah satu yang bisa Moms lakukan adalah mengajak Si Kecil memasak bersama.
Biasanya anak-anak lebih berselera menyantap makanan yang dibuatnya sendiri. Tiga inspirasi resep makanan bergizi nan praktis ini bisa menjadi inspirasi yang tepat untuk memasak bersama buah hati Moms di rumah:
Kebab Isi Daging dan Sayur
Bahan-Bahan:
Cara Membuat:
Sop Buah
Bahan-Bahan:
Cara Membuat:
Omelet Makaroni Brokoli Keju
Bahan-Bahan:
Cara Membuat:
Wah, ketiga resep makanan tersebut sangat praktis dan mudah dicoba bersama Si Kecil di rumah ya, Moms. Agar tidak membosankan, Moms juga bisa melakukan modifikasi resep menggunakan bahan-bahan lainnya sesuai favorit Si Kecil. Tak hanya membuat Si Kecil kembali makan dengan lahap, makan bersama juga akan mempererat bonding Moms dan buah hati.

Menghadapi anak yang merengek minta dibelikan mainan baru memang bikin kewalahan ya, Moms. Sebenarnya, Moms tak perlu terlalu khawatir saat Si Kecil minta mainan baru. Karena Moms bisa menyiasatinya dengan mengajak buah hati membuat mainan sendiri di rumah.
Kardus merupakan material yang paling mudah digunakan untuk membuat mainan. Jadi, jangan langsung membuat kardus-kardus yang tidak terpakai di rumah. Luangkan waktu Moms untuk mengajak Si Kecil membuat beberapa mainan berbahan kardus berikut ini:
TV Besar dari Kardus
Jenis kardus besar yang biasanya digunakan untuk membungkus mesin cuci, TV, atau kulkas dapat dimanfaatkan untuk membuat mainan berupa TV besar. Bahkan, Moms tidak perlu banyak mengubah bentuknya bila ingin membuat TV. Moms hanya perlu membantu Si Kecil melubangi bagian tengah kardus agar tampak seperti layar TV. Selanjutnya, ajak Si Kecil menghias permukaan kardus dengan spidol. Tambahkan gambar-gambar berupa tombol dan kaki TV. Untuk bagian antenanya, Moms bisa memanfaatkan sedotan yang sudah dililit dengan solatip warna-warni. Mainan keren yang satu ini dapat digunakan buah hati Moms untuk bermain menjadi penyiar, penyanyi, atau pemain sinetron.
Tempat Tidur Boneka
Kalau Si Kecil punya banyak boneka kesayangan, Moms bisa mengajaknya berkreasi membuat tempat tidur untuk boneka-boneka tersebut. Ukuran tempat tidur boneka harus disesuaikan dengan panjang boneka. Bobot boneka juga tak boleh terlalu berar agar bisa ditopang sempurna dengan tempat tidur dari kardus. Bila sudah mengukur dengan benar, potong-potong kardus lalu susun menggunakan lem tembak. Tempat tidur boneka yang sudah jadi bisa dilengkapi kain warna-warnia sebagai seprai. Buah hati Moms pasti semangat bermain bersama boneka-boneka yang sudah punya tempat tidur baru.
Perosotan Kardus di Tangga Rumah
Tangga rumah yang terbuat dari keramik dan bentuknya kokoh dapat dimanfaatkan untuk membuat perosotan. Caranya, Moms harus menyiapkan kardus pembungkus kulkas berukuran besar. Kemudian, tutuplah separuh permukaan tangga dengan kardus tersebut, sebagian sisi tangga yang tidak dilapisi kardus nantinya akan digunakan untuk memanjat. Moms juga bisa membuat 2 lapisan kardus pada tangga supaya teksturnya kuat menahan bobot Si Kecil. Kalau perosotan kardus sudah jadi, Si Kecil bisa segera memainkannya dengan cara meluncur dari atas menuju ke bawah lalu mengulanginya lagi. Wah, mainan yang satu ini pasti seru dan bikin buah hati Moms jadi gembira.
Lintasan Mobil-mobilan
Sisa-sisa kardus berukuran kecil jangan langsung dibuang, Moms. Justru Moms dapat memanfaatkannya untuk membuat lintasan mobil-mobilan. Caranya, Moms harus memotong-motong kardus dengan ukuran yang sama. Sambungkan potongan kardus dengan lem tembak lalu ajak Si Kecil mewarnainya supaya mirip jalan raya. Moms juga dapat mengajak si buah hati menggambar beberapa rambu lalu lintas pada kardus. Lintasan yang sudah selesai diwarnai dapat segera digunakan untuk bermain mobil-mobilan.
Mobil-Mobilan
Selain membuat lintasan mobil-mobilan, Moms juga dapat membuat mobil-mobilan dari kardus berukuran sedang. Satu kardus yang agak sedang berfungsi sebagai badan mobil, sedangkan kardus lainnya dipotong-potong untuk melengkapi bagian atas dan belakang mobil. Jangan lupa pula membuat 4 roda dari kardus yang ditempelkan ke badan mobil menggunakan lem tembak. Jika Si Kecil menginginkan mobil-mobilan yang tampilannya menarik, Moms bisa mengajaknya mewarnai mobil tersebut atau melapisinya dengan kertas warna-warni sebelum memainkannya.
Kreativitas Moms dalam memanfaatkan kardus bisa membantu menghemat bujet membeli mainan untuk Si Kecil. Jadi, mainan kardus apa nih yang pertama kali akan Moms buat bersama buah hati di rumah?

Beraktivitas #DiRumahAja setiap hari pasti membuat Si Kecil jadi mudah bosan. Namun, keinginan bermain di luar rumah memang harus ditunda dulu untuk mengurangi risiko terjangkit penyakit selama pandemi. Hal ini membuat Moms harus lebih kreatif mengajak anak beraktivitas di rumah supaya tak gampang bosan dan jadi rewel.
Apakah Moms mulai kewalahan mencari ide aktivitas #DiRumahAja untuk Si Kecil?
Moms bisa mencoba 5 siasat ampuh ini agar Si Kecil selalu semangat beraktivitas #DiRumahAja setiap hari:
Bermain di Kolam Renang Karet
Siasat pertama yang bisa Moms coba bersama Si Kecil di rumah adalah bermain di kolam renang karet. Cuaca yang panas tentu bikin Si Kecil gampang kegerahan. Keinginan buah hati Moms untuk berwisata di kolam renang umum akan terobati dengan bermain di kolam renang plastik. Moms hanya perlu menyiapkan kolam renang karet dan memompanya hingga mengembang secara maksimal. Bila kolam renang sudah siap, Moms tinggal mengisinya dengan air bersih hingga penuh. Kemudian, ajaklah Si Kecil bermain sepuasnya di kolam renang. Si Kecil juga bisa membawa beberapa mainan seperti bola-bola plastik, bebek-bebekan karet, dan pistol air supaya suasana bermain semakin menyenangkan.
Setelah buah hati Moms puas bermain, jangan lupa mengajaknya mandi dan mencuci rambut menggunakan sabun mandi dan shampoo DOREMI. Semua produk perawatan tubuh DOREMI terbuat dari bahan-bahan natural dan diproses secara halal. Sabun dan shampoo DOREMI efektif membersihkan tubuh Si Kecil secara maksimal serta memberikan kesegaran tahan lama. Moms jadi tak perlu khawatir dengan kebersihan tubuh buah hati usai berenang jika sudah menyiapkan sabun mandi dan shampoo DOREMI.
Mengajak Anak Melakukan Pekerjaan Rumah
Bukan rahasia lagi jika anak-anak suka meniru apapun yang dilihatnya. Hal tersebut merupakan bagian penting untuk mendukung tumbuh kembang otak anak. Kalau Si Kecil sering menirukan aktivitas Moms, maka Moms bisa mengajak anak melakukan berbagai pekerjaan rumah. Pastikan kalau pekerjaan rumah tersebut sesuai dengan usia Si Kecil, ya. Misalnya, Moms bisa mengajarkan Si Kecil yang baru berusia 4 tahun untuk menyapu rumah dan mengelap meja. Selain menjadi aktivitas baru yang menyenangkan untuk anak, melakukan pekerjaan rumah juga dapat membentuk kedisiplinan dalam diri buah hati Moms.
Berolahraga Sambil Bermain
Buah hati yang aktif bergerak sepanjang hari pasti membuat Moms kewalahan. Oleh sebab itu, Moms patut menyiasatinya dengan cara mengajak Si Kecil berolahraga sambil bermain sehingga energi Si Kecil tersalurkan secara positif. Cobalah mencari video tutorial permainan dari Youtube lalu praktikkan semua gerakannya bersama buah hati Moms. Selain itu, Moms juga bisa menyiapkan dance simulator yang dihubungkan dengan konsol game agar Si Kecil semakin bersemangat berolahraga sambil bermain.
Berkebun di Halaman Rumah
Kalau Moms hobi berkebun, Moms bisa melibatkan Si Kecil ketika melakukan aktivitas tersebut. Buah hati Moms pasti sangat gembira bila diajak berkebun di halaman rumah. Moms dapat meminta bantuan Si Kecil melakukan hal-hal sederhana, misalnya mencampur media tanam dan menanam bibit dalam pot. Tak cuma mengisi waktu luang dengan cara seru, berkebun juga bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan Si Kecil pada berbagai jenis tanaman. Usai berkebun, jangan lupa mengajak Si Kecil mencuci tangan sampai bersih sebelum melakukan aktivitas lainnya ya, Moms.
Berkreasi dengan Lilin Mainan (Plastisin)
Satu kegiatan lagi yang bikin Si Kecil tetap gembira saat beraktivitas #DiRumahAja adalah bermain lilin mainan (plastisin). Lilin mainan merupakan media permainan yang efektif meningkatkan kreativitas dan imajinasi Si Kecil. Moms harus menyiapkan lilin mainan berkualitas yang kandungannya aman bagi kesehatan buah hati. Jika bingung menentukan bentuk-bentuk yang ingin dibuat dari lilin mainan, Moms bisa membantu Si Kecil mencari referensi Do It Yourself (DIY) di Youtube.
Dijamin deh Moms tak akan kewalahan menghadapi Si Kecil yang rewel karena bosan di rumah bila mempraktikkan 5 siasat ampuh tersebut. Yuk, luangkan waktu untuk bermain bersama Si Kecil agar tidak ketinggalan mengamati momen tumbuh kembangnya.

Pandemi Covid-19 yang belum reda membuat Si Kecil masih harus sekolah online dari rumah. Memang sih sekolah online kerap membosankan karena buah hati Moms tak bisa bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Namun, bukan berarti hal tersebut boleh mengganggu fokus Si Kecil saat belajar, ya. Moms harus membimbing Si Kecil belajar supaya tetap semangat dan bisa memahami materi pelajaran dengan baik.
Membantu Si Kecil agar tetap fokus ketika sekolah online tidak sulit kok, Moms. Yuk, lakukan 5 tips berikut ini untuk mendukung semangat dan konsentrasi belajar buah hati Moms:
Mengajak Anak Melakukan Rutinitas Secara Disiplin
Hal pertama yang mesti Moms lakukan agar anak fokus sekolah online adalah menetapkan rutinitas secara disiplin. Sekolah online tak boleh membuat Si Kecil selalu bermalas-malasan. Usahakan agar buah hati Moms tidak tidur terlalu malam agar bisa bangun pagi dengan kondisi segar. Ajaklah buah hati Moms menjalani kegiatan yang sama setiap hari menjelang sekolah, yaitu bangun pagi, mandi, dan sarapan. Sehingga Si Kecil lebih semangat menjalani aktivitas sekolah online dengan tubuh bugar.
Mendukung Kondisi Belajar yang Nyaman dan Tenang
Anak-anak biasanya sulit fokus sekolah online jika terganggu dengan kegiatan keluarga, godaan kakak adik, hewan peliharaan, atau hal-hal lainnya di rumah. Oleh sebab itu, Moms harus cermat mendukung kondisi belajar yang nyaman dan tenang bagi Si Kecil. Jika kondisi rumah memungkinkan, Moms bisa menata ruang belajar khusus untuk buah hati. Ruangan yang bersih, nyaman, dan tenang pasti membuat Si Kecil fokus belajar selama sesi sekolah online berlangsung.
Mengajarkan Anak Menyelesaikan Tugas Hingga Tuntas
Suasana rumah yang santai tentu sering membuat Si Kecil jadi lalai menyelesaikan tugas. Akibatnya, pekerjaan rumah Si Kecil jadi terbengkalai dan membuatnya rentan ditegur guru. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Moms mengajarkan anak menyelesaikan tugas secara disiplin. Misalnya, Moms bisa menugaskan buah hati untuk langsung mengerjakan PR bila sekolah online sudah selesai. Jika sudah menyelesaikan semua tugasnya dengan baik, Si Kecil pun lebih leluasa bersantai di rumah. Aturan sederhana ini akan membentuk Si Kecil menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.
Menentukan Screen Time untuk Anak
Keberadaan gadget termasuk salah satu gangguan yang membuat anak gagal fokus saat sekolah online. Untuk mengurangi dampak buruk gadget, Moms bisa menentukan screen time untuk anak. Screen time adalah waktu yang bisa digunakan anak untuk bermain gadget (laptop atau smartphone) dan menonton TV. Sebaiknya Si Kecil boleh melakukan screen time di luar waktu sekolah online dan setelah menyelesaikan semua tugas sekolah. Jangan sampai Si Kecil kecanduan gadget hingga aktivitas belajarnya terganggu bila Moms tidak menetapkan aturan screen time secara ketat.
Menyiapkan Makanan Bergizi
Konsentrasi selama sekolah online juga erat kaitannya dengan asupan makanan bergizi yang disantap Si Kecil. Moms mesti telaten menyiapkan hidangan utama dan camilan bergizi untuk buah hati setiap hari. Semua makanan yang Moms sajikan harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan serat dengan jumlah sesuai kebutuhan Si Kecil. Sajian selingan berupa camilan favorit Si Kecil pasti membuatnya bahagia dan bersemangat. Makanan bergizi akan membuat buah hati Moms selalu fokus mempelajari banyak hal baru saat sekolah online.
Bila Moms melakukan kelima tips ini saat Si Kecil sekolah online, niscaya prestasi buah hati Moms akan terus meningkat. Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berbuah luhur sebagai kebanggaan keluarga.

Hand sanitizer merupakan produk kebersihan yang sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Namun, popularitasnya mulai meroket lagi sejak wabah Covid-19 menjangkiti dunia. Membersihkan tangan dengan hand sanitizer adalah alternatif terbaik ketika kita tidak dapat menemukan air bersih dan sabun cuci tangan.
Sayangnya, hingga saat ini masih banyak orang yang keliru memilih dan menggunakan hand sanitizer sehingga manfaatnya kurang maksimal. Sebaiknya Moms menyimak ulasan informasi ini agar tak salah memilih dan menggunakan hand sanitizer, ya.
Yuk, Lebih Cermat Memilih Produk Hand Sanitizer!
Menurut penuturan ahli imunologi, Heather Monday, etil alkohol atau alkohol isopropil adalah bahan hand sanitizer terbaik yang ampuh membunuh mikroorganisme penyebab penyakit. Pernyataan tersebut juga didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC) Amerika Serikat yang menjelaskan bahwa hand sanitizer harus mengandung minimal 60%. Namun, kadar alkohol 70% merupakan yang paling tepat dan efektif alkohol membasmi mikroorganisme penyebab penyakit. Latar belakang inilah yang membuat semua produk hand sanitizer di pasaran memiliki kandungan alkohol 70%.
Di samping mencermati kadar alkoholnya, Moms juga mesti lebih jeli memperhatikan kandungan lain dalam hand sanitizer. Pastikan bahwa hand sanitizer pilihan Moms tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya, misalnya triclosan. Sebab bahan kimia berbahaya rentan menimbulkan gangguan kesehatan kulit dengan intensitas ringan hingga berat. Produk hand sanitizer yang berkualitas biasanya telah lolos uji klinis dan terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Menyiapkan Hand Sanitizer untuk Si Kecil Tentu Tak Boleh Sembarangan
Mulai sekarang, Moms harus ekstra hati-hati menjaga kebersihan tubuh Si Kecil agar terhindar dari wabah Covid-19 dan penyakit menular lainnya. Tangan si kecil harus selalu berada dalam kondisi bersih supaya tidak rentan menjadi media penularan penyakit. Mengajarkan buah hati untuk menggunakan hand sanitizer memang bisa menjadi solusi terbaik. Namun, Moms harus lebih teliti memilih produk hand sanitizer untuk anak-anak. Sebab kulit tangan anak yang sensitif mudah mengalami iritasi jika terpapar bahan kimia berbahaya.
Sekarang, Moms bisa mengandalkan DOREMI Nussa Instant Hand Sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan Si Kecil. Produk hand sanitizer DOREMI ini mengandung moisturising formula untuk menjaga kelembapan kulit sehingga terasa lembut di tangan Si Kecil. Penggunaan DOREMI Nussa Instant Hand Sanitizer yang praktis tanpa dibilas ternyata ampuh membasmi bakteri dan kuman yang ada di tangan. Moms jadi tak perlu mengkhawatirkan kesehatan Si Kecil secara berlebihan jika sudah membekalinya dengan produk hand sanitizer yang satu ini.
Mengajak Si Kecil Menggunakan Hand Sanitizer dengan Benar
Menggunakan hand sanitizer bukan sekadar menuangkannya ke telapak tangan. Moms harus mengajarkan cara menggunakan hand sanitizer yang benar kepada Si Kecil. Langkah-langkah tepat menggunakan hand sanitizer untuk membasmi mikroorganisme penyebab penyakit yaitu:
Apakah Moms sudah menyiapkan produk hand sanitizer terbaik untuk Si Kecil?
Tak masalah kok jika selama ini Moms belum memahami cara memilih dan menggunakan hand sanitizer dengan benar. Ini waktunya untuk beralih ke produk hand sanitizer yang berkualitas dan aman bagi kesehatan buah hati.

Sakit gigi memang terasa menyiksa bagi semua orang, terutama bila Si Kecil yang sedang mengalaminya. Biasanya Moms pasti jadi ikut panik jika buah hati mulai rewel akibat sakit gigi. Sayangnya, wabah Covid-19 mempengaruhi penerapan sejumlah kebijakan baru terkait dengan penanganan medis untuk meminimalkan risiko penularan wabah tersebut. Kondisi sakit gigi dianggap tidak urgent sehingga masyarakat diimbau untuk tidak pergi ke dokter gigi untuk sementara waktu.
Duh, kasihan sekali ya bila Si Kecil belum bisa mendapatkan perawatan medis untuk meringankan gejala sakit giginya. Jangan resah dulu dengan keadaan tersebut, Moms. Cobalah melakukan langkah pertolongan pertama ini untuk mengatasi rasa sakit gigi yang dialami buah hati:
Membantu Membersihkan Sisa Makanan pada Mulut Si Kecil
Hal pertama yang bisa Moms lakukan untuk meringankan rasa sakit gigi Si Kecil adalah membantunya membersihkan sisa makanan pada sela-sela gigi. Sisa makanan yang menumpuk selama berhari-hari bisa membusuk dan memicu perkembangbiakan bakteri penyebab sakit gigi. Oleh sebab itu, Moms wajib membantu Si Kecil membersihkan seluruh rongga mulut dengan benang gigi. Lakukan proses ini secara perlahan-lahan agar kotoran di sela-sela gigi lekas terlepas tanpa menyebabkan rasa sakit.
Mengajak Si Kecil Berkumur dengan Air Garam yang Hangat
Garam memiliki kandungan anti bakteri alami yang ampuh membasmi kuman-kuman penyebab sakit gigi. Moms hanya perlu menyiapkan segelas air hangat yang dicampur dengan satu sendok teh garam. Kemudian, ajaklah Si Kecil berkumur dengan larutan air garam tersebut selama 30 detik. Cara ini bisa dilakukan dua hingga tiga kali sehari saat gigi terasa sangat sakit. Bila rongga mulut buah hati Moms sudah bersih dari kuman dan sisa makanan, niscaya rasa sakit giginya akan berkurang.
Menggunakan Kompres Dingin
Rasa sakit gigi yang disertai dengan pembengkakan gusi memang terasa sangat menyiksa. Tak mengherankan deh jika Si Kecil jadi cengeng bahkan tak bisa tidur. Moms dapat mengatasinya dengan menggunakan kompres dingin. Siapkan beberapa potong es batu yang dibalut dengan handuk kecil bersih. Lalu, tempelkan handuk berisi es batu pada pipi Si Kecil yang membengkak selama kurang lebih 15 menit. Setelah 15 menit, lepaskan kompres es batu sebentar lalu ulangi lagi sampai Si Kecil merasa lebih nyaman.
Mengingatkan Anak untuk Menyikat Gigi Secara Teratur
Kondisi sakit gigi yang dialami Si Kecil bisa bertambah parah kalau Si Kecil malas sikat gigi. Sisa makanan dan bakteri yang melekat di gigi dapat membuat gigi Si Kecil jadi berlubang hingga rasa sakitnya sulit ditahan. Jadi, Moms harus selalu mengingatkan buah hati untuk menyikat gigi secata teratur dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur. Kandungan fluoride dalam pasta gigi dapat membantu membasmi bakteri penyebab sakit gigi. Bila Si Kecil menyikat gigi dengan benar, rongga mulutnya akan selalu bersih dan terhindar dari risiko sakit gigi yang lebih parah.
Menyiapkan Makanan yang Bertekstur Halus dan Bersuhu Ruangan
Ketika sakit gigi, buah hati Moms pasti kesulitan mengunyah makanan. Suhu makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin juga rentan memperparah kondisi sakit gigi Si Kecil. Jadi, sebaiknya Moms menyiapkan makanan yang bertekstur halus dan bersuhu ruangan, misalnya bubur, nasi tim, dan aneka lauk yang teksturnya lembut. Si Kecil juga harus mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis untuk sementara waktu karena kandungan gula berlebihan dapat memicu kemunculan bakteri yang membuat sakit gigi semakin parah.
Kalau Moms tidak panik menghadapi Si Kecil yang rewel saat sakit gigi, pasti Moms bisa berpikir jernih untuk mengatasi keluhan sakit tersebut. Mari menunggu beberapa saat sampai wabah Covid-19 mereda sehingga Moms lebih leluasa mengajak Si Kecil ke dokter gigi.
