Alergi merupakan masalah yang sangat umum dan sering dialami oleh anak-anak. Masalah ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap suatu zat yang sebetulnya tidak berbahaya bagi kesehatan. Sekitar 90% alergi yang dialami oleh anak disebabkan oleh makanan, 10% sisanya berasal dari faktor lain seperti suhu, pakaian, sabun, dan lain-lain.
Munculnya alergi terutama pada bagian kulit yang biasanya akan berubah jadi kemerahan. Kalau Si Kecil mengalami alergi, Moms pasti dibuat kebingungan kan? karena hingga saat ini, belum ada obat yang mampu menyembuhkan alergi, meski ada obat peredanya. Oleh karena itu, sebaiknya kenali dahulu apa penyebabnya. Nah, berikut ini adalah makanan-makanan pemicu utama munculnya alergi.
Telur & susu
Telur dan susu merupakan makanan yang paling kaya akan kandungan protein. Memang sangat sulit untuk menghindari 2 jenis makanan yang satu ini, namun cobalah untuk mendeteksi masalah alergi pada Si Kecil. Apabila setelah mengonsumsi telur atau susu tidak ada perubahan pada kulit Si Kecil, berarti kedua sumber protein ini aman baginya. Sebaliknya, jika Si Kecil mengalami alergi setelah memakan telur dan susu, cobalah ikan, daging, dan biji-bijian sebagai alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan protein.
Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kedelai, almond, mede, dan lain-lain juga termasuk penyebab dari alergi yang biasa menyerang anak. Meski begitu, relatif lebih mudah untuk mengatasi masalah alergi ini karena kacang-kacangan bukan menu utama untuk kebutuhan protein dan mudah untuk digantikan.
Gandum dan Gluten
Alergi yang disebabkan oleh gandum dan gluten biasanya memiliki efek yang sangat cepat. Kulit anak akan menjadi merah dan nafasnya terdengar parau hingga pada titik yang paling parah, anak bisa mengalami muntah-muntah dan diare.
Sabun, Udara, Pakaian
Sabun yang di maksud di sini tidak hanya sabun untuk badan loh Moms, bisa juga untuk shampoo dan sabun tangan. Oleh karena itu, jangan sampai Moms salah memilih produk tersebut ya. Percayakan saja ke DOREMI kids care karena semua produk DOREMI kids care sudah melewati Dermatology test. Sehingga aman untuk Si Kecil.
Saat mandi, Moms bisa menggunakan Doremi | BoBoiBoy Hair & Body Wash Cycloneagar Si Kecil merasa bersih dan nyaman setelah beraktivitas. Produk ini membantu membersihkan tubuh sekaligus rambut anak dengan sensasi menyegarkan yang disukai Si Kecil. Dengan aroma yang lembut dan busa yang nyaman di kulit, waktu mandi pun terasa lebih menyenangkan.
Setelah mandi, lanjutkan dengan memakai Doremi | BoBoiBoy Glacier Kids Cologne agar Si Kecil tetap wangi dan percaya diri sepanjang hari. Wanginya terasa segar dan cocok digunakan untuk aktivitas anak sehari-hari, baik saat bermain di rumah maupun bepergian bersama keluarga. Rutinitas sederhana seperti ini juga dapat membentuk kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, sekaligus membuat anak merasa lebih nyaman menjalani aktivitas harian.
Yuk Moms, luangkan waktu untuk bermain, bercerita, dan menemani anak menjalani rutinitas harian. Karena momen sederhana di rumah sering kali menjadi langkah awal bagi tumbuhnya anak hebat yang aktif, ceria, dan memiliki daya ingat kuat!
FAQ Seputar Daya Ingat Anak
1. Apakah daya ingat anak bisa dilatih sejak dini?
Bisa, Moms. Daya ingat anak dapat dilatih melalui aktivitas sederhana seperti bermain puzzle, membaca cerita, dan permainan menghafal gambar.
2. Kenapa anak sering lupa meski baru diberi tahu?
Hal ini wajar karena perkembangan otak anak masih berlangsung. Anak membutuhkan pengulangan dan rutinitas agar informasi lebih mudah tersimpan dalam ingatan.
3. Apakah gadget memengaruhi fokus anak?
Penggunaan gadget berlebihan dapat membuat anak lebih sulit fokus dan mudah terdistraksi. Karena itu, penting untuk menyeimbangkannya dengan aktivitas bermain aktif dan interaksi langsung.
4. Berapa lama waktu bermain yang ideal untuk melatih otak anak?
Tidak perlu terlalu lama, Moms. Aktivitas 15–30 menit yang dilakukan rutin setiap hari sudah cukup membantu stimulasi memori dan fokus anak.
5. Apakah kualitas tidur berpengaruh pada daya ingat anak?
Ya. Tidur cukup membantu otak anak memproses dan menyimpan informasi yang dipelajari sepanjang hari sehingga mereka lebih mudah fokus dan mengingat sesuatu.